Sajak – Lirikan Tak bernona

  Jika lantunan rindu adalah alasan untuk setiap pertemuan. Saat mencintaimu hanya berupa harapan. Mengharapkan hadirmu bagaikan meminum kopi, terasa hangat,dekat, namun pahit.

Kau beri aku tatapan manis, namun kau acuh membuat harapan menjadi miris. Kau yang membuat rasa semakin penasaran, memikat hati karena kau sangat menarik.

Setidaknya, tatapanmu itu selalu menghantuiku.

Setidaknya, kau pernah menoleh kepadaku,menatap mataku,mengisyaratkan bahwa kau akan menjadi miliku. Namun dunia berkata lain, kau acuhkan itu semua,  kau tepiskan harapanku untu bisa memilikimu.

Apalah dayaku yang hanya bisa mencintainya diam-diam? Meliriknya dalam waktu singkat, namun tatapanya selau teringat-ingat.

SHARE YA !!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ads Content
loading...

Komentarnya ?