Media Ternama Amerika Sindir Warga Jakarta

0
195
Gazebo Nasional – Koran ternama di Amerika Sindir Warga Jakarta Tidak Mau Berjalan Kaki

Kehidupan di Jakarta terbilang sangat sesak. Kemacetan yang tidak bisa dihindari, polusi kendaraan dimana-mana dan betapa padatnya hiruk pikuk kehidupan di Ibu Kota Indonesia ini. Bukan lagi menjadi permasalahan wilayah, melainkan sudah menjadi problem nasional. Silih berganti kepemimpinan, DKI Jakarta masih menjadi kota termacet di Indonesia, dan kota termacet ke-22 dunia.

Kali ini padatnya DKI Jakarta disorot oleh media ternama di Amerika Serikat, The New York Times. Berita dengan judul “Jakarta,the City where no body wants to walk” yang berarti Jakarta, Kota dimana tidak ada orang yang mau jalan kaki. Berita ini diterbitkan pada Minggu, 20 Agustus 2017 lalu yang ditulis oleh Joe Cochrane.

Berita ini berisi tentang alasan kenapa orang Jakarta tidak mau berjalan kaki. Dimulai dengan sebuah cerita atau sejenis curhatan dari seorang wanita bernama Dita Wahyunita. Dita menyebutkan bahwa di Jakarta, trotoar tidak aman bagi pejalan kaki. Karena jalan trotoar tidak aman, kabel berserakan, banyak saluran pembuangan yang tidak bertutup, dan tidak jarang pengguna sepeda motor melintasi trotoar. Bahkan trotoar menjadi tempat parkir kendaraan.

Baca Juga  Bendera Indonesia Terbalik Pada Sea Games 2017 Di Malaysia

Setelah testimoni ini, berita dari NYTimes ini menyampaikan fakta yang sangat sedikit mengkritik pemerintahan dan warganya. Pertama, NY Times mengutip data Pemda bahwa hanya 7% dari 4.500 mil jalanan di Jakarta yang memiliki trotoar.

Kedua, hasil penelitian Tim Althoff, kandidat Doktor Jerman bidang Komputer di Stanford yang mengemukakan bahwa kondisi trotoar di Jakarta membuat orang-orang tidak mau berjalan kaki. Seperti pengendara di trotoar, dan trotoar rusak.

(Foto/NYTimes)

Ketiga, penelitian Althoff mencatat udara di Jakarta yang tidak sehat jika disesuaikan dengan indeks lingkungan Amerika. Hal ini sangat tidak memungkinkan untuk berjalan kaki.

Keempat, NY Times melansir bahwa setengah dari warga kota Jakarta lebih memilih untuk menggunakan kendaraan. Menggunakan bis, taksi, motor dan kendaraan pribadi. Meskipun hanya menempuh jarak 200m.

Yang kelima, surat kabar ternama ini menyinggung budaya masyarakat Indonesia yang malas berjalan kaki. Buktinya penggunaan lift dan elevator. Kebanyakan orang-orang hanya berdiri ketika menggunakan travelator di bandara dan elevator di Mall. Bahkan sangat kelihatan prilakunya jika mereka berada di Negara lain.

Baca Juga  Berikut Agenda Istana Negara Selama Bulan Kemerdekaan
(Foto/ Kompas)

Didukung oleh hasil penelitian Stanford University mengenai aktifitas masyarakat di Dunia. Indonesia berada pada tingkat paling bawah. Hasil ini kemudian menjadi perbandingan pemberitaan ini dengan beberapa negara sekitar seperti Cina dan Hongkong.

(Foto/ activityinequality.stanford)

 

 

SHARE YA !!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ads Content
loading...

Komentarnya ?