Komunitas Anti Senjata Nuklir (ICAN) Dapatkan Nobel Perdamaian 2017

0
153
Gazebo Internasional – ICAN Kelompok Anti Senjata Nuklir Raih Penghargaan Nobel Perdamaian 2017

Kelompok Anti Senjata Nuklir Internasional (ICAN) mendapatkan Nobel Perdamaian untuk tahun 2017. Menurut aktivitasnya, ICAN telah memberikan konstribusi dalam perjanjian anti senjata nuklir Internasional. ICAN mendeklarasikan diri sebagai kelompok non-pemerintah. Hingga saat ini telah terdapat lebih dari 100 negara yang memiliki perwakilan ICAN. Koalisi ini dimulai dari Australia dan secara resmi diluncurkan pada tahun 2007 di Wina, Australia.

Seperti dilansir oleh Routers, Berit Reiss Andersen selaku Ketua Nobel Norwegia menyampaikan sebuah pernyataan. Bahwa saat ini dunia sedang berada dalam ancaman senjata nuklir. Ancaman ini lebih besar dari pada dahulu. Mungkin akan berlangsung dalam jangka waktu lama.

Andersen juga menyebutkan Nobel Perdamaian 2017 merupakan pengakuan atas kontribusi kelompok ICAN. Kelompok ini telah memberikan upaya-upaya yang inovatif dan bagian dari gerakan kemanusiaan. Salah satunya adalah melalui pelarangan nuklir melalui perjanjian.

Realisasinya merujuk pada perjanjian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai pelarangan senjata nuklir yang telah disepakati pada tahun 2017. Tercatat pada Juli 2017, terdapat 122 negara yang menyetujui untuk mengadopsi perjanjian ini. Namun sayangnya negara-negara yang memiliki nuklir belum ikut serta dalam perjanjian ini seperti AS, Korea Utara, Rusia dan lainnya.

Baca Juga  Amerika Serikat Beri Isyarat Perang Ke Korea Utara

Salah satu tujuan dari “2017 Nobel Peace Prize” adalah meningkatkan usaha pelucutan senjata nuklir. Apalagi saat ini, militer AS dan Korea Utara sedang dalam kondisi tidak baik. Sekaligus memberikan¬†follow up atas kesepakatan nuklir Iran dengan negara barat tahun 2015 yang tidak jelas.

 nobel perdamaian 2017
Direktur ICAN Beatrice Fihn (Foto via thehindu)

Beatrice Fihn selaku Direktur ICAN merasa terhormat atas nobel perdamaian ini. Ia menganggap bahwa nobel yang diberikan kepada ICAN ini adalah sebuah pengakuan untuk kampanye internasional kelompok kemanusiaannya. Menurutnya ini juga merupakan apresiasi atas peran ICAN dalam perjanjian pelarangan senjata nuklir. Ia juga menambahkan bahwa nobel bergengsi ini adalah lampu hijau untuk usaha Kampanyenya bebas nuklir yang terbilang belum terlambat untuk dicegah.

Fihn juga menyampaikan pesan khusus kepada Donald Trump (Presiden Amerika Serikat) dan Kim Jong Un (Pemimpin Korea Utara). Senjata nuklir adalah ilegal, baik mengancam, memiliki dan mengembangkan senjata nuklir harus dihentikan.

Sumber : Routers via Detik
SHARE YA !!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ads Content
loading...

Komentarnya ?