Film The Underdogs, Gambaran Generasi Millenials Indonesia

0
254
Gazebo FilmFilm The Underdogs, Gambaran Generasi Millenial Indonesia

Di era yang disebut Milenial, akses internet kian berkembang dengan pesat. Termasuk sosial media dan startup. Salah satunya yang berkembang pesat adalah Youtube. Situs berbagi video ini sangat digemari oleh kalangan milenial. Para creator youtube atau youtuber menjadi seleb dan terkenal melalui situs broadcast ini.

Banyak youtuber terkenal yang kemudian menjadi artis karena videonya yang menarik, ada juga karena kontroversial dan viral di berbagai sosial media. Kesuksesan youtuber ini kemudian menarik perhatian Adink Liwutang untuk menggarap sebuah film yang berjudul The Underdogs. Sebuah film yang menggambarkan kehidupan pemuda masa kini dari pencarian jati diri, percintaan, persahabatan yang kemudian hingga terjun kedunia industri kreatif.

Film bergenre drama komedi ini diproduseri oleh Ernest Prakasa. Film ketiga dari Ernest ini melibatkan pemeran muda seperti Sheryl Sheinafia, Jeff Smith dan Babe Cabita. Sesuai dengan temanya, youtuber juga ikut bergabung seperti Young Lex dan lainnya.

Baca Juga  Film Titisan Setan, Film Horor Baru Setelah Pengabdi Setan

Singkatnya, film ini bercerita tentang 4 orang pelajar SMA yang tersisihkan. Kemudian tanpa sengaja mereka menemukan inspirasi dari telivisi. Melihat kesuksesan dari youtuber SOL yang diperankan oleh Ernest, Young Lex dan Han Yoo Ra. 4 orang pelajar ini kemudian bertekad untuk berubah dengan mengawalinya menjadi youtuber.

The Underdogs ditayangkan serentak di bioskop sejak Rabu 16/8/2017 lalu. Film yang mengarah pada kehidupan remaja masa kini mengungkap lika-liku menjadi youtuber. Dimulai dari izin orang tua hingga harus menerima komentar masyarakat dan penonton video.

Film ini memberikan stimulus kepada kaum muda betapa pentingnya sebuah kreativitas di zaman ini. Karena dari sebuah karya juga bisa dihargai dengan materi jika bisa memanfaatkan teknologi. Contoh nyatanya adalah youtube.

Sekilas film ini juga menggambarkan kehidupan remaja masa kini yang kerap terjadi diskriminasi atau istilah termarjinalkan dari pergaulan. Khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun film ini membuka mata untuk remaja yang kerap menjadi korban perundungan untuk keluar dari zona itu dengan sebuah karya. Untuk sukses maka harus memulai sesuatu. Itulah pesan dari film ini.

Baca Juga  Penggemar Novel Dilan Siap Baper Di Tahun 2017

 

SHARE YA !!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
Ads Content
loading...

Komentarnya ?